Kemalangan Hari Ini Bisa Jadi Keberuntungan Lain Hari

Abi Langit
.
Jum'at, 13 Januari 2023 | 06:18 WIB

UNTUKMU YANG sering menyalahkan apa pun yang menimpamu, dan menganggap Tuhan tengah bercanda, atau tak adil, percayalah, Dia bekerja tidak seperti yang kita duga. Acap kali apa yang terjadi dengan kita adalah ‘’matematika-Nya’’ yang tidak dapat kita hitung dan kalkulasikan dengan kalkulator kita.

Tuhan bekerja dengan cara-Nya.

Kita juga harus menerima dan percaya dengan cara kita.

Meyakini apapun yang terjadi adalah cara Dia untuk menunjukkan kasih sayangnya. Ini karena, seperti kata para sufi, Tuhan tak memiliki apapun selain kasih sayang kepada umatnya. Jadi, apapun yang terjadi padamu, adalah wujud kasih sayang.

Jika kamu belum dapat melihatnya, itu karena indra kita terbatas, kemampuan kita sangat kecil dibandingkan perhitungan-Nya yang Maha.

Kisah di bawah ini akan menjelaskan dengan ringan bagaimana yang kita anggap kemalangan hari ini adalah keberuntungan lain hari, yang memang tengah Dia rencanakan.

 

Kelingking Putus
SEORANG raja yang sangat adil dan bijak, memiliki pengawal yang amat setia, dan selalu berani bicara apa adanya. Pengawal ini jujur, dan sangat disukai sekitarnya karena telah memberikan panduan dan pandangan yang benar kepada raja. Sampai suatu hari…

Raja pergi berburu. Rusa yang diincar terlalu lincah berlari, dan raja mengikuti sampai ke dalam hutan. Pengawalnya ikut repot, tapi tak mengeluh. Akhirnya, setelah perjuangan yang berat, memojokkan rusa di sisi hutan dan mengepungnya, satu panah raja mengenai perutnya. Rusa pun terkapar.

Raja sangat senang.

Inilah perburuan tersukses yang pernah dia lakukan.

Saking senangnya, raja ingin memanggang sendiri rusa buruannya.

Dengan tergesa, dia meminjam pisau sang pengawal, dan bermaksud membeteti kulit rusa, sebelum dipanggang. Si pengawal telah mengingatkan bahwa menguliti rusa adalah pekerjaan yang butuh ketelitian, terutama kehati-hatian. Karena, ketika darah membasahi tangan, amat mungkin terjadi kesalahan.

Tapi raja tertawa, dan menganggap enteng peringatan tersebut. Dan…

Raja tanpa sadar dalam riang dan bangga, justru memotong kelingkingnya. Dia memekik, dan pengawal heboh menolongnya.

Rencana memanggang rusa pun gagal. Raja marah dan mengutuki daging rusa, menendangnya dan segera memerintahkan pulang, membiarkan para pengawal yang kebingungan.

‘’Pisau dan peringatanmu telah menjadi doa untuk kesialanku. Aku jadi kehilangan kelingling, bagaimana aku bisa memanah dengan akurar lagi?!’’ sembur sang raja, yang membuat pengawal itu tersudut dan terdiam.

‘’Ampun Yang Mulia, dalam tiap hal, kita harus dapat melihat kemungkinan keberuntungan di dalamnya. Untung cuma satu jari Baginda saja yang terpotong, dan itu kelingking, tidak membuat banyak perbedaan,’’ terang sang pengawal.

Raja meradang. ‘’Beruntung kehilangan kelingking? Dasar pengawal sial. Aku salah memilihmu jadi kepercayaanku,’’ sembur sang raja, yang kemudian karena marahnya, memutuskan memenjarakan sang pengawal setelah pulang ke istana. Pengawal yang tak setia, begitu raja mencapnya.

 

Kanibalis Liar
Dua bulan dalam penjara, pengawal itu tenang saja. Dia tak marah, dan meyakini akan ada sisi baik dari keterpenjaraannya itu. Sementara raja yang sudah sembuh dari luka, segera berburu kembali. Tapi, malang tak dapat diraih, untung tak dapat ditolak. Saking semangatnya berburu, raja terlalu jauh masuk ke dalam hutan. Dan, tanpa sadar, memasuki wilayah kanibalis liar, para pemakan orang.

Raja dan pasukannya pun diburu. Dan karena kalah jumlah, raja tertangkap. Kanibalis mempersiapkan pesta. Semua menggigil ketakutan, apalagi ketika pakaian dilepas, dan mereka akan digantung untuk dipanggang.

Pengawal raja berteriak ketakutan, raja apalagi. Namun, saat sampai giliran raja, kanibalis liar berhenti, dan menendang raja. Ternyata, karena kelingkingnya yang cacat, terputus, kanibalis menganggap tubuh raja tak sempurna dan bukan makanan yang enak.

Raja pun terbebaskan, dan dengan tertatih-tatih, berlari. Untung, raja bertemu pasukan lainnya, dan dapat kembali pulang ke istana.

Sesampai di istana, raja langsung menemui pengawalnya, dan membebaskannya dari penjara. Dia berulang kali bersyukur atas kejadian pemburuan pertama yang membuat kelingkingnya putus.

‘’Kalau tidak, nyawaku yang putus kemarin di kanibalis liar,’’ kata raja.

‘’Saya juga beruntung di penjara oleh Baginda,’’ sahut pengawal.

‘’Kok bisa?’’

‘’Jika tidak di penjara Baginda, saat ini sayalah salah satu dari pengawal Baginda yang dimakan kanibalis itu,’’ katanya.

Raja tercengang, dan kemudian memeluk pengawalnya. Dia mendapatkan pencerahan, bahwa Tuhan memang bekerja dengan cara yang luar biasa.

Editor : zainal arifin

Follow Berita iNews Soloraya di Google News

Bagikan Artikel Ini